Tindakan manusia menebangi pohon-pohon muda untuk diambil kayunya, menanami lereng-lereng bukit dengan tanaman-tanaman semusim atau membakar hutan untuk perladangan, pada akhirnya setelah bertahun-tahun akan menghasilkan tanah-tanah yang kosong terbuka atau padang alang-alang. Mungkin sekali mereka itu tidak sadar akan bahaya yang ditimbulkannya, bahkan sampai sekarang masih ada orang yang melakukan hal-hal seperti itu. Mungkin terdorong keperluan hidup. Tetapi yang jelas sekarang ini telah banyak padang alang-alang dan tanah-tanah gundul.
Dari padang alang-alang atau tanah-tanah kosong terbuka, kita tidak akan mendapatkan apa-apa. Pada tanah-tanah seperti itu, sukar sekali tanaman tumbuh atau bahkan tidak akan tumbuh sama sekali. Kesuburan tanah telah sangat berkurang. Biasanya tanah-tanah ini dibiarkan saja terlantar. Keadaannya semakin lama semakin parah. Mungkin sekali disatu saat, alang-alangpun tidak dapat tumbuh.
1. Tanah gundul
Tanah gundul tidak berpepohonan merupakan akibat pertama yang terjadi dari perusakan hutan dan pepohonan. Tanah gundul ini bagaikan penyakit dalam tubuh kita, apabila tidak segera ditanggulangi, maka akan makin parah dan meluas. Bila dibiarkan terus terbuka atau terus menerus diolah, lebih-lebih di daerah perbukitan, tanah akan mudah terkikis air hujan sehingga akan mudah tandus. Dan tanah tandus tidak akan memberikan apa-apa bagi petani, kecuali kemiskinan.
2. Banjir
Sudah tentu setiap orang tidak menghendaki terjadinya banjir, karena besar sekali penderitaan yang akan ditimbulkannya. Banjir menghancurkan pertanian, menghanyutkan rumah-rumah, harta benda, ternak dan sebagai-nya. Banjir juga merusak jalan-jalan, jembatan dan rel kereta api. Belum lagi lumpur dan tanah yang menyumbat saluran-saluran air. Selain itu juga dapat menimbulkan berbagai macam wabah bagi penduduk dan hewan ternak.
Banjir dapat terjadi jika air hujan yang jatuh ke bumi tidak banyak terserap ke dalam tanah. Kemudian jika air ini juga tidak tertampung oleh sungai yang mengalirkannya ke laut, terjadilah banjir. Kemampuan sungai menampung aliran air akan menjadi semakin kecil karena adanya pendangkalan oleh tanah yang tererosi. Hal ini terjadi karena tidak ada pohon-pohon yang menahan aliran air di dalam tanah. Tidak ada jaringan akar dan lapisan humus yang menyimpan air di dalam tanah.
3. Kekeringan
Kita sering mendengar bahkan mungkin mengalami sendiri bencana kekeringan. Tanah yang gundul tidak berpepohonan, pada musim kemarau, tidak akan banyak mempunyai persediaan air, karena pada musim penghujan tanah sulit atau sama sekali tidak dapat menyerap dan menyimpan air. Persediaan air yang hanya sedikit ini akan habis menguap. Akibatnya mata air mati, sungai dan parit kering. Kekeringan seperti ini dapat mematikan tanaman, membunuh ternak. Tetapi pada tanah-tanah berpepohonan, pada musim penghujan sebagian air masih tetap dipertahankan di dalam tanah. Sehingga di musim kemarau, tanaman masih dapat tumbuh dengan subur.
4. Kemiskinan
Tanah gundul, banjir dan kekeringan pada akhirnya hanya akan menimbulkan kesengsaraan. Ini jelas, sebab tidak ada usaha pertanian yang dapat kita harapkan berhasil pada tanah-tanah gundul. Pada musim kemarau tidak ada air, tetapi di musim penghujan terjadi banjir. Belum lagi apabila tanah longsor. Semuanya ini jelas akan menghabiskan harta milik kita.
Apabila keadaan ini dibiarkan berlangsung terus, apakah yang akan terjadi? Tanah-tanah gundul semakin luas, banjir secara teratur tiap musim akan melanda, sementara tanah-tanah di daerah perbukitan banyak yang longsor. Kemiskinan muncul di mana-mana. Apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi semua bencana ini? Jawabnya tidak lain adalah Penghijauan.
Dalam arti luas penghijauan adalah segala daya upaya manusia untuk memulihkan, mempertahankan dan mengembangkan keadaan tanah beserta kelengkapannya secara baik, sehingga dapat berguna sebagai sumber kehidupan dan perlindungan alam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar