Selasa, 21 April 2015

BAGAIMANA PENGHIJAUAN DILAKUKAN?

Kehidupan para petani kita sangat tergantung pada hasil pertanian, baik di bidang kehutanan, perkebunan, pertanian tanaman semusim, peternakan maupun perikanan. Oleh karena itu, hidupnya sangat dipengaruhi oleh kesuburan tanah serta keteraturan tata air. Luasnya tanah kritis yang antara lain berupa padang alang-alang dan tanah-tanah tidak produktif lainnya, jelas menimbulkan berbagai macam masalah: Satu-satunya jalan yang harus kita lakukan untuk menanggulangi masalah ini, tidak lain ialah dengan melaksanakan penghijauan.

Dilihat dari tujuan dan daerah tempat penghijauan dilakukan, dikenal beberapa macam istilah. Penghijauan yang dilakukan pada areal kawasan hutan disebut reboisasi, sedang yang dilakukan pada areal perkebunan disebut peremajaan. Kedua macam penghijauan itu sudah diatur tersendiri oleh masing-masing pihak yang bersangkutan. Tetapi yang penting adalah, kita harus sama-sama mencegah terjadinya kerusakan tanaman kehutanan atau perkebunan itu.

Sekarang marilah kita dalami mengenai penghijauan yang dilaksanakan pada tanah milik. Bagaimana penghijauan ini harus dilakukan?

1. Penghijauan dengan penanaman pohon

Penghijauan dengan penanaman pohon dilakukan selain di atas tanah yang kemiringannya sangat curam, juga di sepanjang tepi sungai, jurang, sekitar waduk atau bendungan, dan sekitar mata air. Jenis tanamannya dipilih
yang cocok dengan keadaan tanah dan sesuai dengan tujuannya. Misalnya jika untuk tujuan pengaturan tata air, perakaran pohon harus yang dalam. Jika untuk menyuburkan tanah, utamakanlah jenis-jenis yang dapat menyuburkan tanah seperti albasia, turi dan sebagainya.

Untuk menanam pohon harus disediakan bibitnya terlebih dahulu. Beberapa jenis pohon, bijinya dapat ditanam langsung di lapangan, dan beberapa jenis lagi harus melalui persemaian. Bibit dari persemaian ini dapat berupa bibit dalam kantung, cabutan, kepalan atau stump. Tentunya perlu langkah-langkah persiapan lainnya seperti pembuatan lubang, pemberian pupuk kandang dan lain-lain. Setelah ditanam perlu dipelihara, seperti disiram, didangir dan sebagainya.

Bermacam-macam pohon dapat ditanam, seperti nangka, petai, rambutan, cengkeh, mangga dan lain-lain. Pilihlah tanaman-tanaman yang memang tersedia bibitnya dan yang disukai.

2. Pengawetan tanah

Cara lain yang dikenal dalam penghijauan adalah pengawetan tanah. Ada beberapa macam pengawetan tanah.

a. Pembuatan teras/sengkedan

Pembuatan teras dilakukan pada tanah yang letaknya miring. Maksudnya adalah untuk mengurangi kecepatan air yang mengalir di atas permukaannya. Air yang mengalir di tempat yang miring, jika tidak dibuat teras-teras, dapat menyebabkan terkikisnya lapisan permukaan tanah. Sedang lapisan permukaan tanah merupakan lapisan subur yang paling dibutuh kan oleh tanaman. Dengan demikian pembuatan teras atau sengkedan dimaksudkan untuk melindungi/ mempertahankan agar tanah tetap subur. Dengan adanya teras, peresapan air ke dalam tanah dapat diperbanyak. Bukankah kesuburan tanah dan adanya air tanah itu sangat dibutuhkan oleh tanaman?

Kita sudah mengenal bahwa ada 4 bentuk teras yaitu teras datar, teras kredit, teras guludan dan teras bangku. Teras datar dibuat pada tanah-tanah yang sedikit miring, demikian seterusnya sampai teras bangku untuk tanah-tanah sangat miring.

Teras-teras yang telah dibuat perlu diperkuat agar tidak longsor atau hanyut terbawa air. Perlu ditanam tanaman penguat di sepanjang guludan. Juga di beberapa tempat, perlu dibuat saluran-saluran air. Untuk tempat-tempat yang terlalu curam, dibuat terucuk.

Setelah semua selesai, teras-teras masih harus dipelihara, yang meliputi :
— perbaikan saluran air dan membersihkannya dari tanah yang menimbuninya
— memperkuat guludan
— menyulam tanaman penguat teras
— memangkas daun tanaman penguat teras, kalau sudah lebat.

Pembuatan bendungan pengendali.

Bendungan pengendali (check-dam) adalah waduk kecil dengan konstruksi sederhana dan berfungsi untuk menampung aliran permukaan beserta lumpur yang dibawanya. Bendungan pengendali dibuat di daerah berbukit dengan kemiringan lereng rata-rata 30 %. Keuntungan lain dari bendungan pengendali adalah sebagai tempat penampungan air bagi penduduk di musim kemarau, baik untuk mengairi sawah atau keperluan lain.
Bendungan pengendali harus dibuat secara bergotong-royong, sebab meliputi daerah yang cukup luas. Dibeberapa tempat bendungan pengendali ini dibuat oleh pemerintah.

c. Bentuk-bentuk lain pengawetan tanah

Selain pembuatan teras dan bendungan pengendali, masih ada cara-cara lain dalam usaha pengawetan tanah ini, seperti mengatur pergiliran tanaman, menanam tanaman-tanaman penutup tanah, penserasahan dan lain-lain.

Demikianlah beberapa usaha untuk menyelamatkan serta memelihara kelestarian tanah dan tata air.

Mengapa Perlu Penghijauan?

Tindakan manusia menebangi pohon-pohon muda untuk diambil kayunya, menanami lereng-lereng bukit dengan tanaman-tanaman semusim atau membakar hutan untuk perladangan, pada akhirnya setelah bertahun-tahun akan menghasilkan tanah-tanah yang kosong terbuka atau padang alang-alang. Mungkin sekali mereka itu tidak sadar akan bahaya yang ditimbulkannya, bahkan sampai sekarang masih ada orang yang melakukan hal-hal seperti itu. Mungkin terdorong keperluan hidup. Tetapi yang jelas sekarang ini telah banyak padang alang-alang dan tanah-tanah gundul.

Dari padang alang-alang atau tanah-tanah kosong terbuka, kita tidak akan mendapatkan apa-apa. Pada tanah-tanah seperti itu, sukar sekali tanaman tumbuh atau bahkan tidak akan tumbuh sama sekali. Kesuburan tanah telah sangat berkurang. Biasanya tanah-tanah ini dibiarkan saja terlantar. Keadaannya semakin lama semakin parah. Mungkin sekali disatu saat, alang-alangpun tidak dapat tumbuh.

1. Tanah gundul

Tanah gundul tidak berpepohonan merupakan akibat pertama yang terjadi dari perusakan hutan dan pepohonan. Tanah gundul ini bagaikan penyakit dalam tubuh kita, apabila tidak segera ditanggulangi, maka akan makin parah dan meluas. Bila dibiarkan terus terbuka atau terus menerus diolah, lebih-lebih di daerah perbukitan, tanah akan mudah terkikis air hujan sehingga akan mudah tandus. Dan tanah tandus tidak akan memberikan apa-apa bagi petani, kecuali kemiskinan.

2. Banjir

Sudah tentu setiap orang tidak menghendaki terjadinya banjir, karena besar sekali penderitaan yang akan ditimbulkannya. Banjir menghancurkan pertanian, menghanyutkan rumah-rumah, harta benda, ternak dan sebagai-nya. Banjir juga merusak jalan-jalan, jembatan dan rel kereta api. Belum lagi lumpur dan tanah yang menyumbat saluran-saluran air. Selain itu juga dapat menimbulkan berbagai macam wabah bagi penduduk dan hewan ternak.

Banjir dapat terjadi jika air hujan yang jatuh ke bumi tidak banyak terserap ke dalam tanah. Kemudian jika air ini juga tidak tertampung oleh sungai yang mengalirkannya ke laut, terjadilah banjir. Kemampuan sungai menampung aliran air akan menjadi semakin kecil karena adanya pendangkalan oleh tanah yang tererosi. Hal ini terjadi karena tidak ada pohon-pohon yang menahan aliran air di dalam tanah. Tidak ada jaringan akar dan lapisan humus yang menyimpan air di dalam tanah.

3. Kekeringan

Kita sering mendengar bahkan mungkin mengalami sendiri bencana kekeringan. Tanah yang gundul tidak berpepohonan, pada musim kemarau, tidak akan banyak mempunyai persediaan air, karena pada musim penghujan tanah sulit atau sama sekali tidak dapat menyerap dan menyimpan air. Persediaan air yang hanya sedikit ini akan habis menguap. Akibatnya mata air mati, sungai dan parit kering. Kekeringan seperti ini dapat mematikan tanaman, membunuh ternak. Tetapi pada tanah-tanah berpepohonan, pada musim penghujan sebagian air masih tetap dipertahankan di dalam tanah. Sehingga di musim kemarau, tanaman masih dapat tumbuh dengan subur.

4. Kemiskinan

Tanah gundul, banjir dan kekeringan pada akhirnya hanya akan menimbulkan kesengsaraan. Ini jelas, sebab tidak ada usaha pertanian yang dapat kita harapkan berhasil pada tanah-tanah gundul. Pada musim kemarau tidak ada air, tetapi di musim penghujan terjadi banjir. Belum lagi apabila tanah longsor. Semuanya ini jelas akan menghabiskan harta milik kita.

Apabila keadaan ini dibiarkan berlangsung terus, apakah yang akan terjadi? Tanah-tanah gundul semakin luas, banjir secara teratur tiap musim akan melanda, sementara tanah-tanah di daerah perbukitan banyak yang longsor. Kemiskinan muncul di mana-mana. Apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi semua bencana ini? Jawabnya tidak lain adalah Penghijauan.

Dalam arti luas penghijauan adalah segala daya upaya manusia untuk memulihkan, mempertahankan dan mengembangkan keadaan tanah beserta kelengkapannya secara baik, sehingga dapat berguna sebagai sumber kehidupan dan perlindungan alam.

Tentang Madyapadma

Hai frends nama saya Alvin Andrianto biasa di panggil Alvin,  kali ini saya akan membahas tentang Madyapadma. saya membuat blog ini dalam rangka mengikuti lomba desain Blog di SMAN 3 Denpasar serta menambah wawasan sesuai tema "Kindness Campaign"

Menurut saya Madyapadma adalah suatu komunitas jurnalistik semacam ekstrakurikuler yang ada di SMAN 3 Denpasar. Madyapadma sering di singkat dengan sebutan MP. Madyapadma artinya Teratai yang berada di tengah kolam. Jika diibaratkan para siswa yang tergabung dalam Madyapadma selalu berada di depan walau bagaimanapun keadaannya. Sama seperti. bunga teratai yang selalu berada di permukaan, walaupun berada di air keruh, jernih, kotor, maupun di air bersih. Madyapadma merupakan ekstrakurikuler terbesar dan terbanyak menyumbangkan piala di SMAN 3 Denpasar. 

Madyapadma selalu mengadakan berbagai event diantaranya: Pelatihan Blog, Peluncuran buku-buku karya anak Madyapadma, Madyapadma Sineas Award, dan masih banyak lagi yang akan menjadi ajang-ajang event lainnya. 

Madyapadma yang merupakan ekstra yang paling bergengsi di SMAN 3 Denpasar memiliki berbagai divisi antara lain: Divisi Film, Divisi Radio, Divisi Online, Divisi Redaksi, Divisi Photography, Divisi Karikatur, dll.

Madyapadma pernah menerima penghargaan di bidang lingkungan tingkat nasional yaitu Tunas Kehati Lestari dari Yayasan Kehati yang didirikan oleh mantan Mentri Lingkungan Hidup, Emil Salim. Penghargaan ini di berikan karena konsistensi, Inovasi, daya kreatifitas Madyapadma yang selama delapan tahun berkiprah di bidang lingkungan. 

Program-program lingkungan itu antara lain: 27 Proyek penelitian, publikasi 10 buku, sembilan film dokumenter, tiga Ekspedisi lingkungan yaitu Ekpedisi Nusa Penida (2008), Ekspedisi Mangrove (2010) , Ekspedisi Benteng Selatan Tsunami Bali (2011). Selain itu Madyapadma juga menyelenggarakan dan mengelola siaran rutin tentang lingkungan di radio komunitas ‘Voice of Trisma’, Televisi Online yaitu MPTV Online, Web Madyapadma-online.com, koran dinding, Madyapadma news (koran), majalah wisata jurnalistik yang rutin tiap tahun diadakan terkait lingkungan serta tulisan-tulisan lingkungan di media umum.

Awalnya saya berpikir bahwa kegiatan Madyapadma akan sama dengan yang biasanya dilakukan oleh jurnalistik SMA lainya ternyata mereka sama dengan jurnalistik yang dilakukan oleh mahasiswa karena saya melihat dari sudut pandang cara bicaranya berstruktur, cerdas dan aktif dan konsisten di bidang lingkungan.

Madyapadma setiap minggunya secara rutin menerbitkan koran dinding (kording). Bahkan tak jarang mengikuti lomba-lomba kording dan mading, menulis berbagai artikel dan lain-lain. Madyapadma sering memperoleh juara. Selain itu tiap tahunnya Madyapadma mencetak dan medistribusikan majalah Madyapadma baik untuk kalangan sendiri juga disebarkan di beberapa perpustakaan, SMA-SMA di Bali dan Perpustakaan Daerah.

Madyapadma sering mengikuti kegiatan dibidang perfilman, televisi, radio, bahkan online. Buktinya ada Madyapadma Television (MPTV) yang rutin di tayangkan ketika ada event-event di SMAN 3 Denpasar. Kemudian Voice of Trisma (VoT) sebagai radio komunitas trisma yang siarannya asik di dengar. Madyapadma telah menghasilkan puluhan film, bahkan lolos di berbagai ajang film bergengsi di Indonesia. 

Pada tahun 2011 yang lalu, Madyapadma juga telah meluncurkan MPTV Online yang dapat diakses dalam situs www.blogtv.com/people/mptv-online. Yang Pasti acaranya menarik dan seru untuk ditonton. Disamping TV Online, Komunitas Radio Trisma telah berkembang menjadi VOT Online dan Radio Streaming Online ini sudah bisa diakses di http://www.blogtv.com/people/voiceoftrisma107

Madyapadma juga memiliki grup media social di facebook dengan nama Madyapadma Trisma Journalistic Park sebagai tempat berkumpulnya para anggota Madyapadma, tempat berbagi info terkini tentang jurnalis, event-event yang diadakan, tempat sharing (foto, video, poster, artikel), tempat curhat, mengirim komentar, menanggapi komentar, bahkan bagi alumni bisa di manfaatkan sebagai ajang temu kangen untuk mengadakan reuni antar sesama anggota Madyapadma dan lain-lain

Kamis, 16 April 2015

Perkenalkan nama saya Alvin Andrianto Perenata,saya sering di panggil alvin isi tentang blog saya ini adalah tentang kampanye kebaikan yang berjudul Save Our Green Spaces, ya itu adalah kampanye yang cocok untuk kota kita saat ini karena terlalu sedikitnya ruang penghijauan seperti taman kota,lapangan,ladang,dan melestarikan tanaman yang mulai punah, tidak seperti dahulu kota kita saat ini sudah menjadi super metropolitan, gedung-gedung banyak kita jumpai di sekitar jalan raya,pabrik-pabrik yang menyebabkan polusipun tak kalah banyak jumlahnya sehingga kota kita saat ini tidak mempunyai ruang cukup untuk membangun taman kota,lapangan hijau,serta ladang untuk bercocok tanam, kalian pasti sudah tau kalau hutan adalah paru-paru dunia, jadi tunggu apa lagi selamatkan bumi kita dengan melakukan penghijauan ,
kalau bukan kita siapa lagi?, kalau bukan sekarang kapan lagi?

sumber gambar:
http://singaporeorchardhotel.blogspot.com/2012/12/make-green-life-to-save-our-earth.html